Langsung ke konten utama

Apa yang saya pikirkan tentang orang yang mengeblok akun media sosial? (It's just simple opinion)

Baiklah, akhirnya hari ini ada kesempatan untuk mengunggah tulisan. Sebenarnya bukan mengunggah tulisan-tulisan saya di buku pribadi, karena tulisan-tulisan saya di buku sangat amat lebih dari sekedar rahasia yang sebaiknya tidak dikonsumsi publik (aseeekkk!)

Saya agak kaget setelah saya online lewat PC ternyata salah satu lapak bacaan saya dan pacar (dulu, sekarang BACA: mantan) telah tutup akun. Sangat disayangkan karena konten-konten tulisannya sangat menarik dan berbeda dengan konten yang lain. Jadinya, terbitlah saya menjadi pecandu media sosial karena belum ada konten bacaan onlen yang menarik hati saya. Seperti biasa, saya akan menumpahkan kegelisahan saya karena terdapat beberapa orang yang merasa terganggu "secara pribadi atau mungkin psikis" dengan konten media sosial saya, kemudian akun saya di blok begitu saja. Saya tidak begitu paham sebab orang tersebut mengeblok media sosial saya karena pada kenyataannya kami memiliki hubungan yang baik di kehidupan nyata dan ada juga yang tidak begitu mengenal pribadi saya di kehidupan nyata. Yang saya tahu, media sosial sudah tentu memiliki konsekuensi bahwa segala kontennya merupakan konsumsi publik (kalau tidak mau dikonsumsi publik di media sosial, kan tidak usah buat akun). Saya masih berpikir bahwa saya tidak berbuat sesuatu yang bersifat mengganggu kepentingan sosial di kehidupan nyata, tetapi mungkin diam saya (aktifnya saya di media sosial) sangat mengganggu psikis orang tersebut sehingga memilih untuk mengeblok akun saya. Wallahu a'lam bisshowab! Ini yang membuat saya berpikir, ternyata rasa tanggung jawab seorang individu di lingkungan sosial secara nyata sangat berbeda dengan lingkungan dunia maya. Individu yang telah masuk kedalam lingkup dunia maya cenderung melonggarkan rasa tanggung sosialnya, jika marah kepada seseorang lalu hanya cukup menyindir dan mengunggah di media sosial. Lalu bebas memaki, berkata kotor dan tentunya bebas berpikir dan menuangkan apa yang dirasakan saat ini tanpa mempedulikan tanggung jawab sosialnya yang diemban di dunia nyata. Saya juga heran, mereka yang seringkali bertingkah aneh di media sosial seperti mengeblok akun, lalu menyindir-nyindir pada kenyataannya ketika saya bertemu dengan mereka di dunia nyata, mereka tidak seperti yang diperkirakan. (It's time to pray to The God..so, to be continued..)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami? Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan dan sebaliknya kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalah arti cinta, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas yang seharusnya suci dan tak menuntut apapun? Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja (Tereliye dalam "Rindu")

~Namanya Sedih~

Lama saya tak berjumpa dengan kawan saya yang bernama "Sedih". Padahal saya amatlah kesepian, jika Sedih datang nampaknya kamar saya seperti kapal pecah penuh sketsa hitam putih terpajang di 4 tembok persegi gagah yang melahirkan sedikit banyak imajinasi. Pensil saya tidak pernah tumpul untuk menggambar, walaupun saya tidak berniat untuk membeli pensil warna untuk menghidupi imajinasi saya. Padahal jika Sedih datang, saya akan suguhi dia dengan berbagai kuliner yang memanjakan perutnya. Sayangnya, perutnya juga perut saya. Dia memutuskan untuk tidak gemuk sendirian (dasar!). Sedih telah lama pamit ke black hole yang tak seorangpun tau,  termasuk saya (jika saya tau kemana rumahnya, saya akan ketuk pintunya untuk sekedar bercerita ini itu). Sedih datang dengan membawa berbagai benang katun, wol atau bulky untuk dihadiahkan pada saya. Biasanya saya senangkan dia dengan berbagai hasil rajutan saya baik topi hangat, scraft atau rajutan-rajutan lain yang tak berbentuk. Rindulah s...