Langsung ke konten utama

theory of everything (KW sekian)

Dulu, aku pernah bercita-cita ingin menjadi seorang astronom. Menemukan bintang terbesar di luasnya jagad raya, menjinjing teleskop sederhana ke tengah kuburan atau jika memungkinkan akan kubawa teleskopku naik ke dataran tinggi (aku lebih mengenal puncak gunung akhir-akhir ini). Tapi aku sadar, bintang terbesar di taraf jagad raya adalah relatif karena jagad raya selalu mengembang. Luas jagad raya sama tak terhingganya dengan hitungan angka. Mendengar teori nebula, perhitungan dengan rumus hubble dan beberapa hukum keppler. Pun sekelebat hukum relativitas einstein yang turut menginspirasi stephen hawking dalam pengembangan teori jagad raya yang mengembang. Aku kira kapasitas otak manusia lebih tak terhingga daripada luas tata surya. Beberapa hari ini aku kembali mengheningkan ingatanku dan mengkorelasikannya dalam struktur yang lebih mikro dan rumit, yaitu pola pikir manusia. Ketika luas tata surya lebih kecil sama dengan kapasitas perasaan manusia dan luas jagad raya sama tak terhingganya dengan otak manusia. Seharunya logika lah yang lebih realistis dapat menguasai kehendak perasaan. Jika diibaratkan lagi pikiran/otak manusia sebagai himpunan semesta, maka perasaan merupakan sebagian kecil anggota himpunan dalam diagram venn. Tidak ada yang lebih menguasai, mereka berjalan seiring sejalan. Tetapi lingkup perasaan tetap dalam tatanan logika. Bintang-bintang menjelma sebagai ego manusia yang selalu terang dan redup. Angka luminositasnya akan meningkat seiring bertambah tuanya umur bintang hingga ia mengalami keredupan sama sekali. Inilah yang sering disebut oleh astronom sebagai bintang kerdil. Sama halnya terjadi peningkatan kualitas ego pada manusia hingga ia menua dan terjadi ketidak seimbangan ego dan semakin menurunnya kualitas otak. Hingga akhirnya bintang kerdil akan mengumpulakan energinya untuk meledak. Inilah fase supernova. Titik puncak bjntang yang telah habis umur hingga menjadi black hole yang konon menghubungkan kita ke dimensi lain. Planet terselubung sebagai ambisi manusia, dimana ia akan terang oleh pantulan bintang (ego). Sama halnya dengan manusia, ambisinya akan lebih terpancar karena pengaruh ego. Cinta adalah rasi. Satu garis yang tak pernah terlihat tetapi tetap terhubung antara bintang satu dengan bintang lain. Koneksi yang sama sekali tak bisa dilihat tapi bisa dirasakan. Garis imajiner yang saling berkoneksi antara satu bintang dengan bintang lain dan terasa indah jika terkoneksi dengan baik. Muse. Menurut mitologi yunani kuno, muse berarti perempuan pemberi inspirasi. Nizami dalam syairnya telah menjelma menjadi qais si penyair majnun. Layla telah menghidupi pikirannya, inilah muse. Seorang penyair florence, dante yang telah malahirkan sebuah syair "the divine comedy" konon adalah penjelmaan dari sosok beattrice, seorang perempuan yang jauh dari genggamannya. Aku berimajinasi bahwa satelit adalah seorang perempuan dan setiap planet memiliki satelitnya masing-masing (walaupun tak semuanya). Satelit berevolusi bersama dengan planet mengitari pusat tata surya masing-masing yang botabene sangat berbeda dari satu galaksi ke galaksi yang lain. Sama halnya ketika seorang muse sudah tertanam rapi di pikiran, kemanapun ia akan tetap menjadi inspirator. Selamat bagi para muse.. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DESA ITU DAN DIRINYA :)

Ada apa dengan diriku saat ini?? terlalu membuang waktu dengan sia-sia akhir-akhir ini. Mungkin terpengaruh buku Salim A Fillah, tapi bukannya malah tergerak untuk semangat malah diliputi rasa galau.  Sesosok makhluk yang tak asing kembali mengarungi pikiranku. Ah, memikirkannya membuat pikiranku tergerak untuk merindukan desa itu saat ini. Kembali aku memikirkan desa yang telah aku sambangi kira-kira sebulan yang lalu. Terasa sekali sejuknya sesejuk aku memikirkannya. Memang desa itu dengan dirinya tak asing ibarat duri dan tubuh ikan. Aura desa itu benar tak asing, terasa tenang ketika aku memikirkannya lagi. Pernah aku berpikir untuk selalu menyambangi desa itu nantinya. Rindu tersendiri tepatnya. Hirupan embun pagi dan kedaannya yang asri. Memang aku sangat menikmati disana. Walaupun diselimuti galau tingkat dewa. Bayangan sepasang suami istri yang mengolah sawah disana. Di desa itu tepatnya, di depan rumahnya.  Konyol sekali diriku, aku tak pernah bercita-cita sebagai ...

the miracle of love (definition part)

Baru-baru ini topik yang sedang hangat dibicarakan di lingkungan sekitar (kost ku terutama hehe) adalah jodoh, cinta dan sejenisnya yang menyangkut hal itu. Tak asing sih, lagi pula toh sudah waktunya menikah (hehe). Ibuk juga tak henti-hentinya bertanya tentang siapa sih yang dekat denganku saat ini. Perlu diketahui, bahwa aku sendiri sudah merasa mendekati khatam menelaah cinta dan islam. Apalagi, aku sendiri belajar di sebuah universitas islam dimana tak henti-hentinya aku mendapatkan siraman rohani penyegar qolbu. Pernah suatu hari aku mendengarkan curahan hati dari seorang teman. Dari sebelumnya aku belum mengenal cinta dan islam dan setelah aku mengenal 2 kata itu, serasa berbeda ketika aku harus dituntut menjadi pendengar dan pemberi nasehat yang baik.Dia bercerita dari A sampai Z dimana penangkapanku tentang curahan hatinya adalah, ia mengartikan cinta terlalu sempit. "Aku pokoknya cinta sama dia titik. Aku gak mau kalo aku gak sama dia" katanya sih begitu. Untung saj...