Langsung ke konten utama

Dear Tukang Parkir Liar

Dear tukang parkir liar...
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, aku sangat meminta maaf sekali jika akhir-akhir ini kenyataannya aku tidak begitu menyukai pekerjaanmu. Tidak, bukan pekerjaanmu, tapi sikapmu ketika sedang bekerja. Memang, aku belum bisa merasakan bagaimana menjadi kedua orang tuaku yang bekerja sangat keras, bahkan lebih keras darimu, karena pun aku hanya seorang mahasiswi yang masih meminta uang pada orang tuaku. Uangku harus kusisihkan Rp 1500 setiap kali membeli makan atau berhenti di sekitar kampus demi untuk menghidupi keluargamu. Rp 1500 itu bukan uang sukarela, karena seringnya kamu meminta paksa karena Rp 1000 itu kurang bagimu. Jika kuhitung estimasinya dalam sebulan, aku telah menghidupimu Rp 180.000 dalam sebulan jika sehari rata-rata aku memarkir motorku 4x. Aku tidak akan berpikir keras jika itu adalah uang hasil kerjaku sendiri. Tidak ada yang salah dengan pekerjaanmu itu, sungguh. Hanya saja, aku sangat tidak suka dengan sifat pungli yang membabi buta seperti itu. Sangat miris sekali ketika melihat keadaan tetanggaku yang bekerja sepertimu mampu membeli sebuah motor tunai, sedangkan tetanggaku satunya yang bekerja di sawah hanya mampu membeli motor angsur.
Dear tukang parkir liar...
Bekerjalah dengan elegan, dengan tidak mematok tarif di sekitar kampus yang notabene adalah lingkungan mahasiswa yang kebanyakan masih bergantung pada orang tuanya. Aku sangat berterima kasih karena kamu telah berusaha menjaga motorku dimanapun aku keluar kost dan mencoba berusaha mengais rezeki halal dengan bermaksud meringankan beban sesama manusia. Aku berterima kasih karena kamu sudah mencoba untuk tidak meminta-minta. Percayalah, orang-orang bahkan akan memberimu upah lebih jika kamu bekerja lebih keras tanpa mematok harga. Aku harap setelah ini, kamu akan lebih kreatif dalam menjaga banyak motor agar tidak terkesan seperti "pungli". Misalnya, kamu membuat kartu parkir atau menyediakan penitipan helm sekaligus atau memberi gembok anti maling yang ekonomis (sesuatu hal yang kreatif dan membuat orang-orang puas dengan jasa parkir motormu itu sehingga kamu bebas mematok harga tapi tetap ekonomis dan menyesuaikan harga pasar). Hilangkan sifat "kehantuan" mu yang tiba-tiba menghilang ketika orang-orang butuh pertolongan parkir dan tiba-tiba ada ketika orang-orang ingin meninggalkan parkir. Bekerjalah menurut senimu. Lege artis

Komentar

  1. Tukang parkir ghoib nin,, tiba2 muncul pas nyalain motor..

    BalasHapus
  2. keghoiban haqiqi yang masih menjadi rahasia Illahi, miris harus berbagi sangu sama tukang parkir liar yang sifatnya pungli gaya preman badan segar bugar T.T

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

theory of everything (KW sekian)

Dulu, aku pernah bercita-cita ingin menjadi seorang astronom. Menemukan bintang terbesar di luasnya jagad raya, menjinjing teleskop sederhana ke tengah kuburan atau jika memungkinkan akan kubawa teleskopku naik ke dataran tinggi (aku lebih mengenal puncak gunung akhir-akhir ini). Tapi aku sadar, bintang terbesar di taraf jagad raya adalah relatif karena jagad raya selalu mengembang. Luas jagad raya sama tak terhingganya dengan hitungan angka. Mendengar teori nebula, perhitungan dengan rumus hubble dan beberapa hukum keppler. Pun sekelebat hukum relativitas einstein yang turut menginspirasi stephen hawking dalam pengembangan teori jagad raya yang mengembang. Aku kira kapasitas otak manusia lebih tak terhingga daripada luas tata surya. Beberapa hari ini aku kembali mengheningkan ingatanku dan mengkorelasikannya dalam struktur yang lebih mikro dan rumit, yaitu pola pikir manusia. Ketika luas tata surya lebih kecil sama dengan kapasitas perasaan manusia dan luas jagad raya sama tak terhin...