Langsung ke konten utama

INTUISI

"So let us melt and make no noise" (John Donne)

Pada akhirnya, waktu akan merasa tidak terima ketika melihat adeganku dan kamu terlihat semakin rumit dan ruwet. Pada akhirnya, waktu yang menyela adegan kita seolah-olah dia menyutradarai sepenuhnya tentang bagaimana kita harus berbuat. Aku senang jika akhirnya kita tak terlalu mau untuk membuat adegan perdebatan yang menjijikkan. Sejauh ini, aku merasa hidup dengan bisikan dan dukungan semesta. Semesta selalu membisikkan namamu seolah-olah daun dan embun menyatu untuk selalu menyebut nama semesta. Telinga dan perilakuku terlalu dibisingkan olah namamu yang tak pernah bisa hilang. Aku hidup dengan mengelak selama hampir 7 tahun ini. Bisakah kamu membayangkan bagaimana kinerja "let it flow" dan membayangkan efek yang terjadi ketika aku berhasil melakukannya?? Aku tak pernah paham bagaimana intuisi kita saling bekerja. Seorang dokter sekaligus dosen anatomiku pernah berkata bahwa gelombang elektromagnetik otak seseorang dapat terhubung satu sama lain dan ada kemungkinan terdapat tanggapan berupa (entahlah) sejenis sesuatu yang metafisika. Dengan catatan bahwa jika aku memikirkanmu, secara otomatis gelombang elektromagnetik otakku bergerak mencari signal menujumu. Dan seharusnya jika kamu mampu menangkapnya, ini dapat merangsang intuisimu begitupun sebaliknya. Lucu rasanya ketika mitologi Yunani tentang horoskop lebih asyik untuk dijadikan hiburan dan kadang aku tertarik dengan permainan kecocokan antara horoskop kita. Ramalan bintang setidaknya mengingatkan kita betapa teknologi dan pengetahuan kita berkembang sangat pesat hingga saat ini. Aku tidak pernah merasa jika kita tidak pernah cocok dalam hal apapun. Oh...aku tak bisa sepenuhnya melupakan bagaimana ramalan bintang sangat berpengaruh bagi masa remaja kita saat itu seperti permainan gobak sodor yang semakin kita tinggalkan. Semakin menginjak dewasa kita, maka pikiran kita juga tak kalah ingin dewasanya seperti umur kita.  Ramalan bintang mulai hilang dan kita mulai percaya pada takdir semesta yang membawa kita sampai saat ini. Zaman telah cepat berubah, dari kamu yang seorang melankolis menjadi seorang yang keras kepala dan ambisius terhadap cita-citamu. Genre musik kita, buku yang kita baca, prinsip yang belum begitu matang dan berbagai ketidaksanggupan terhadap sesuatu telah berubah. Dulu, aku belajar tentang membuat luka dan sekarang aku harus belajar tentang recovery. Tapi kamu tetap sama. Gula tetap terasa manis betapapapun dia terlihat lelah melihat perubahan zaman. Tapi kamu tetap sama. Berkali-kali kuyakinkan bahwa kali ini aku bertaruh dengan hatiku yang telah kembali sehat. Aku harap, aku bisa berpikir sekian kali tentang pertaruhan ini. Gambaran tentang gagal dan berhasil ada didepan mataku yang sejujurnya akupun sangat ngeri melihatnya. Tapi bagaimanapun nanti, aku menikmati saat-saat kamu meluangkan waktu untukku, bagaimana kita asyik tertawa lalu menceritakan segala keluh kesah hidup dengan tanpa diperlukannya solusi. Aku menikmati segala waktu ketika kita menjadi anak-anak bersama dengan bermain-main dan selalu melakukan hal-hal yang konyol. Aku menikmati segala waktu ketika kita menjadi remaja yang alay dan tak pernah mempermasalahkan sesuatu yang hitzz terutama ketika kita sedang saling suka dengan orang lain atau pdkt dengan gebetan. Dan yang aku sangat suka ketika kita berlagak seperti orang dewasa sebagaimana kita telah dewasa (umurnya), kita menimbang-nimbang keputusan berdua, saling mensupport tentang prinsip yang berbeda, melengkapi sesuatu yang seharusnya dilengkapi. Aku pikir kamu telah banyak berubah, tapi kenyataannya kamu tetap sama. Terima kasih telah mau dilahirkan di bumi ini dengan selamat dan sehat...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Harus Bekerja (?)

Nah, ini topik hangat yang tak boleh tersingkir untuk dibahas. Mengapa perempuan harus bekerja ketika kelak ia menikah? Beberapa calon suami atau suami itu sendiri banyak yang menginginkan istrinya tetap di rumah dan memegang kendali penuh sebagai sekretaris sekaligus bendahara rumah tangga (ibu rumah tangga). Kesepakatan ini diharamkan ketika hanya bertujuan untuk tujuan pribadi dan mendzolimi yang lain (eh, kok langsung menghakimi "haram" emang aku siapah?? T.T) ketika memang suatu kesepakatan tidak menjadikan yang lain baik atau salah satu dirugikan atas kesepakatan tersebut maka kesepakatan itu sangat mendzolimi hehe..Tapi tidak sepenuhnya seperti itu. Banyak laki-laki yang masih berpendapat seperti itu karena ingin melindungi sang istri dari fitnah luar, takut istrinya kecapekan kalo harus bekerja luar dan dalam atau takut istrinya tidak sepenuhnya memenuhi kewajiban pelayanan terbaik di rumah. Saya pribadi adalah salah satu yang ingin bekerja saja ketika menikah. Beri...

Estetika Tuhan

"Ayo kanca, pada anyengkuyung program kang tinata nuju karta raharja..kanthi bareng maju HOLOBIS KUNTUL BARIS!!" Sebuah kutipan syair yang pernah saya persembahkan untuk ibu pertiwi melalui radio RRI beberapa tahun yang lalu. Hampir dua tahun ini, saya luput mengikuti perkembangan laras pelog seni budaya Indonesia. Saya tidak terlalu fanatik untuk mengikuti perkembangan seni, tetapi ketika sebuah kebiasaan sudah mulai luntur seolah-olah saya seperti kehilangan sesuatu di diri saya. Tapi saya sadar, walaupun mata haruslah luas memandang dunia maka saat ini mata saya harus lurus memandang ke depan. Saya harus konsisten dengan cabang ilmu yang sudah saya ambil. Saya harus bisa menyelesaikannya agar dapat mulai dikembangkan dan diimplementasikan ilmunya. Tetapi cabang ilmu seni tidak boleh saya tinggalkan. Saya berusaha untuk memandang seni dari sudut pandang yang berbeda. Estetika merupakan mata seni yang telah Tuhan berikan untuk manusia. Saya memandang Tuhan sebagai pusat s...