Langsung ke konten utama

Snail Story

aku menganalogikan diriku sebagai uang logam. Kelihatannya memang berharga, tetapi berhargakah aku jika aku hanya sekeping uang Rp 50,00? sedangkan teman-temanku adalah batu. Mereka kelihatannya memang tak berharga, tetapi apa tak berharga jika batu itu berupa marmer, berlian dan permata?
Apa istimewanya uang logam Rp 50,00? berharga bagi kolektor? tidak juga, uang Rp 50,00 masih umum di masyarakat. Banyak yang punya, tapi mereka tak segan ingin membuangnya bahkan meninggalkan dan mengacuhkan, meyepelekan. Bagaimana uang Rp 50,00 bisa berguna dan berharga? Aku kira ini hanya masalah waktu. Tapi aku ingin berhaga dengan cepat, terlalu lama jika aku harus menunggu waktu. Jika tak ada akhir dari hidup, aku tak akan risau dengan batasan waktu.
aku tak tau apa yang istimewa dari diriku.

aku suka dengan siput. Mereka lemah. Tapi mereka tetap percaya diri dengan keindahan cangkangnya. Mereka tak bisa berlari dengan cepat, tetapi mereka akan berusaha mencapai apa yang dia inginkan. Yah, berlari dengan cepat dan sampai tujuan tentunya.  Dan aku yakin, mereka akan berhasil dengan kemampuan mereka dan keyakinan mereka yang besar. Kebesarannya mengalahkan ukuran tubuh mungil mereka dan kuatnya dapat menandingi kerasnya cangkang yang mereka punya. Siput bahtera Nuh akan berusaha sampai ke bahtera Nuh tepat waktu sebelum banjir besar datang tentunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Harus Bekerja (?)

Nah, ini topik hangat yang tak boleh tersingkir untuk dibahas. Mengapa perempuan harus bekerja ketika kelak ia menikah? Beberapa calon suami atau suami itu sendiri banyak yang menginginkan istrinya tetap di rumah dan memegang kendali penuh sebagai sekretaris sekaligus bendahara rumah tangga (ibu rumah tangga). Kesepakatan ini diharamkan ketika hanya bertujuan untuk tujuan pribadi dan mendzolimi yang lain (eh, kok langsung menghakimi "haram" emang aku siapah?? T.T) ketika memang suatu kesepakatan tidak menjadikan yang lain baik atau salah satu dirugikan atas kesepakatan tersebut maka kesepakatan itu sangat mendzolimi hehe..Tapi tidak sepenuhnya seperti itu. Banyak laki-laki yang masih berpendapat seperti itu karena ingin melindungi sang istri dari fitnah luar, takut istrinya kecapekan kalo harus bekerja luar dan dalam atau takut istrinya tidak sepenuhnya memenuhi kewajiban pelayanan terbaik di rumah. Saya pribadi adalah salah satu yang ingin bekerja saja ketika menikah. Beri...

Estetika Tuhan

"Ayo kanca, pada anyengkuyung program kang tinata nuju karta raharja..kanthi bareng maju HOLOBIS KUNTUL BARIS!!" Sebuah kutipan syair yang pernah saya persembahkan untuk ibu pertiwi melalui radio RRI beberapa tahun yang lalu. Hampir dua tahun ini, saya luput mengikuti perkembangan laras pelog seni budaya Indonesia. Saya tidak terlalu fanatik untuk mengikuti perkembangan seni, tetapi ketika sebuah kebiasaan sudah mulai luntur seolah-olah saya seperti kehilangan sesuatu di diri saya. Tapi saya sadar, walaupun mata haruslah luas memandang dunia maka saat ini mata saya harus lurus memandang ke depan. Saya harus konsisten dengan cabang ilmu yang sudah saya ambil. Saya harus bisa menyelesaikannya agar dapat mulai dikembangkan dan diimplementasikan ilmunya. Tetapi cabang ilmu seni tidak boleh saya tinggalkan. Saya berusaha untuk memandang seni dari sudut pandang yang berbeda. Estetika merupakan mata seni yang telah Tuhan berikan untuk manusia. Saya memandang Tuhan sebagai pusat s...