Langsung ke konten utama

Snail Story

aku menganalogikan diriku sebagai uang logam. Kelihatannya memang berharga, tetapi berhargakah aku jika aku hanya sekeping uang Rp 50,00? sedangkan teman-temanku adalah batu. Mereka kelihatannya memang tak berharga, tetapi apa tak berharga jika batu itu berupa marmer, berlian dan permata?
Apa istimewanya uang logam Rp 50,00? berharga bagi kolektor? tidak juga, uang Rp 50,00 masih umum di masyarakat. Banyak yang punya, tapi mereka tak segan ingin membuangnya bahkan meninggalkan dan mengacuhkan, meyepelekan. Bagaimana uang Rp 50,00 bisa berguna dan berharga? Aku kira ini hanya masalah waktu. Tapi aku ingin berhaga dengan cepat, terlalu lama jika aku harus menunggu waktu. Jika tak ada akhir dari hidup, aku tak akan risau dengan batasan waktu.
aku tak tau apa yang istimewa dari diriku.

aku suka dengan siput. Mereka lemah. Tapi mereka tetap percaya diri dengan keindahan cangkangnya. Mereka tak bisa berlari dengan cepat, tetapi mereka akan berusaha mencapai apa yang dia inginkan. Yah, berlari dengan cepat dan sampai tujuan tentunya.  Dan aku yakin, mereka akan berhasil dengan kemampuan mereka dan keyakinan mereka yang besar. Kebesarannya mengalahkan ukuran tubuh mungil mereka dan kuatnya dapat menandingi kerasnya cangkang yang mereka punya. Siput bahtera Nuh akan berusaha sampai ke bahtera Nuh tepat waktu sebelum banjir besar datang tentunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

theory of everything (KW sekian)

Dulu, aku pernah bercita-cita ingin menjadi seorang astronom. Menemukan bintang terbesar di luasnya jagad raya, menjinjing teleskop sederhana ke tengah kuburan atau jika memungkinkan akan kubawa teleskopku naik ke dataran tinggi (aku lebih mengenal puncak gunung akhir-akhir ini). Tapi aku sadar, bintang terbesar di taraf jagad raya adalah relatif karena jagad raya selalu mengembang. Luas jagad raya sama tak terhingganya dengan hitungan angka. Mendengar teori nebula, perhitungan dengan rumus hubble dan beberapa hukum keppler. Pun sekelebat hukum relativitas einstein yang turut menginspirasi stephen hawking dalam pengembangan teori jagad raya yang mengembang. Aku kira kapasitas otak manusia lebih tak terhingga daripada luas tata surya. Beberapa hari ini aku kembali mengheningkan ingatanku dan mengkorelasikannya dalam struktur yang lebih mikro dan rumit, yaitu pola pikir manusia. Ketika luas tata surya lebih kecil sama dengan kapasitas perasaan manusia dan luas jagad raya sama tak terhin...