Langsung ke konten utama

Jalan Sesama

"Aku tidak pernah paham, apakah terdapat garis zaman yang membedakan antara sahabat gaya modern atau gaya tradisional.."
Terkadang aku berpikir bahwa kembali ke masa silam akan membuat jiwaku semakin melankolis dan mengurangi keinginan untuk selalu maju kedepan, tetapi yang aku dapatkan adalah sebaliknya. Semua orang memiliki orang-orang yang berharga dalam hidupnya dan kenangan-kenangan yang membangun impiannya. Ini tentang sahabat-sahabatku. Sebenarnya aku bingung harus memulai cerita tentang pengaruh besar mereka terhadap proses menuju puncak impianku. Tapi aku akan mencoba membawa kalian untuk mengerti bagaimana perasaanku saat ini tentang mereka. Aku bingung, mengapa mereka bisa aku klasifikasikan sebagai sahabat. Padahal banyak juga teman dan orang-orang yang ada disekitarku yang mau tertawa, sedih dan mendengarkan semua keluh kesahku. Tolong, simpan saja bayanganmu yang menilai tentang gaya hidup kami yang gaul. Karena aku kira ini sangat menyenangkan dan deskripsiku saat ini mungkin tidak semenyenangkan apa yang kami rasakan. Gaya kami sangat freak, akupun baru menyadari akhir-akhir ini bahwa ke freak an kami tak pernah mendapat penolakan sosial. Jadi, jangan takut untuk menjadi freak, yang penting PD sajalah! dan mampu membawa diri kemana-mana. Menemukan mereka tentu tidaklah mudah, seperti mencari batu permata diantara pecahan kaca yang saling membiaskan cahaya. 
Aku ingat ketika pertama kali aku menangis pada mereka karena tak bisa mengajari mereka bagaimana menghitung volume pada soal cerita fisika di waktu SMA. Aku merasa bodoh, tapi dengan adanya mereka, entah mengapa kebodohanku terhiasi dan terkamuflase. Mereka rela bertindak bodoh walaupun mereka sebenarnya sangat cerdas dan rajin. Inilah etika menghormati sesama sahabat, rela dilihat bodoh demi sahabatnya sendiri. Gaya kami gaul bukan dengan membentuk geng yang saling rebutan cowok lalu membuat grup sosialita. Aku khawatir bahwa kami akan step alias kejang jika pergaulan kami seperti itu. Tapi kami masih tetap memiliki pengaruh di SMA pada zaman itu. Sekali lagi ya, kami dipandang gaul bukan karena fisik yang menarik, kaya atau memiliki geng yang mentereng tapi kami selalu membuat kegilaan yang menyenangkan. Prestasi sederhana yang pernah kami capai adalah setidaknya teman-teman sekitar kami sembuh dari rasa galau. Berbeda orang, tapi tetap sama ruhnya dengan sekarang. Aku selalu dipertemukan dengan mereka yang suka berimajinasi dan freak tentunya. Bedanya yang kutemui sekarang adalah sahabat-sahabat yang sangat berperan besar terhadap pencapaian mimpi-mimpiku. Mereka yang mampu memberikan contoh yang luar biasa. Ada yang memiliki obsesi yang terlampau tinggi hingga memiliki sifat yang sangat ambisius, ada juga yang inginnya menari berimajinasi seperti spongebob dan patrick, ada juga yang mengajarkan tentang "cogito ergo sum" layaknya titisan Rene Descartes.


Dimanapun mereka saat ini:
jadilah dokter yang menemukan cara agar dopamin dan oksitosin berfungsi efektif di raga manusia
jadilah penulis yang mampu menemukan kebahagiaan untuk para pembacamu
jadilah penyelamat dan pengayom untuk para buruh dan pekerja lapangan
jadilah guru yang mampu mengajak murid-muridmu untuk mencintai perjalanan mereka sebagai pelajar
jadilah perawat yang menghibur pasienmu, tidak hanya merawatnya secara fisik
jadilah psikolog yang sama seperti peramal, meskipun kamu bukan peramal setidaknya berpura-puralah agar client mu dapat mensugesti dirinya sendiri untuk sembuh dan bahagia


*Proud of you guyss

Komentar

Postingan populer dari blog ini

theory of everything (KW sekian)

Dulu, aku pernah bercita-cita ingin menjadi seorang astronom. Menemukan bintang terbesar di luasnya jagad raya, menjinjing teleskop sederhana ke tengah kuburan atau jika memungkinkan akan kubawa teleskopku naik ke dataran tinggi (aku lebih mengenal puncak gunung akhir-akhir ini). Tapi aku sadar, bintang terbesar di taraf jagad raya adalah relatif karena jagad raya selalu mengembang. Luas jagad raya sama tak terhingganya dengan hitungan angka. Mendengar teori nebula, perhitungan dengan rumus hubble dan beberapa hukum keppler. Pun sekelebat hukum relativitas einstein yang turut menginspirasi stephen hawking dalam pengembangan teori jagad raya yang mengembang. Aku kira kapasitas otak manusia lebih tak terhingga daripada luas tata surya. Beberapa hari ini aku kembali mengheningkan ingatanku dan mengkorelasikannya dalam struktur yang lebih mikro dan rumit, yaitu pola pikir manusia. Ketika luas tata surya lebih kecil sama dengan kapasitas perasaan manusia dan luas jagad raya sama tak terhin...