Langsung ke konten utama

SURAT DARI SAYA



“Saya tidak pernah menyesal dengan keputusan-keputusan yang sudah saya ambil, walaupun beberapa hasil keputusan yang sudah saya perjuangkan tidak berpihak kepada saya” Ini bukan masalah sulit atau mudah, tetapi tentang sebuah tantangan. Ibarat seorang penjudi ulung yang berani bertaruh sebanyak-banyaknya uang yang ia punya. Ini bukan sebuah probabilitas, tetapi tentang trik dan strategi. Ingat, penjudi ulung! Bukan penjudi abal-abal yang hanya dibutakan oleh ambisi menang dan harta. Penjudi ulung mempertahankan kehormatannya diatas meja judi, ia lebih tertarik tentang proses dan kemenangan cerdiknya.  Lantas apakah ia selalu menang? Tidak. Ada saatnya ketika ia luput dan kalah. Tapi apa yang ia lakukan? Ia hanya tertawa, tentu saja mentertawakan seberapa kadaluarsanya trik yang ia gunakan.
Tujuh tahun lamanya, saya harus membentuk karakter NININ. Mengubahnya agar tidak selalu tertindas dan diam memendam konflik batin. Agar tidak selalu menunduk dan hanya berbicara seadanya “ya” atau “tidak”. Agar tidak terbungkam terus-menerus memendam pemikiran yang “mungkin” saja bisa membangun. Tujuh tahun lamanya saya belajar tentang siapa NININ. Ketika ia jatuh karena perasaannya pada seorang lelaki, saya mulai kecewa dengannya. Saya tidak pernah sekecewa ini sebelumnya. Saya tidak pernah kecewa ketika ia berkali-kali gagal mempertaruhkan apa yang ia punya selama ini. Saya tidak pernah kecewa tentang kegagalannya karena ini merupakan passionnya untuk bangkit. Tujuh tahun lamanya saya ajarkan ia hingga ia berani berpidato di depan podium menyerukan tentang identitas budaya yang perlu dilestarikan, mampu ikut menyusun visi dan misi untuk kesejahteraan sedikit massa universitas, berani mempertaruhkan masa studi demi mendapatkan pelajaran filsafat politik dan analisis sosial secara teoritik dan praktik. Ia biasa mampu mengorbankan perasaannya demi passion yang ingin ia perjuangkan. Ia pikir, semua itu tidak murah untuk didapatkan. Pengasingan? Bahkan ia terlihat lebih bodoh ketika ia tidak meluangkan waktu untuk kesejahteraan dirinya sebagai wanita. Apakah saya perlu menganjurkan ia untuk tinggal dengan penambal ban satu atau dua hari untuk menyadarkan bagaimanapun perasaannya saat ini yang terlampau lemah? Atau sekali lagi meninggalkannya bermalam di POS Satlantas sepi, sembari menunggu begal menyodorkan pisau di perutnya? Pada realistisnya, dunia lebih kejam dengan keadaan-keadaan seperti itu daripada mati konyol demi memikirkan cintanya yang tak terbalaskan. Tinggalkan apa yang sudah tak bernyawa. Biarkan cintanya tenang, pun ia telah terkubur dengan layak.  Hiduplah dengan tenang NININ, bagaimanapun jagat raya akan selalu mengembang. NININ juga harus berkembang pemikirannya. Jangan kecewakan saya..
Dari saya, diriku sendiri..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

theory of everything (KW sekian)

Dulu, aku pernah bercita-cita ingin menjadi seorang astronom. Menemukan bintang terbesar di luasnya jagad raya, menjinjing teleskop sederhana ke tengah kuburan atau jika memungkinkan akan kubawa teleskopku naik ke dataran tinggi (aku lebih mengenal puncak gunung akhir-akhir ini). Tapi aku sadar, bintang terbesar di taraf jagad raya adalah relatif karena jagad raya selalu mengembang. Luas jagad raya sama tak terhingganya dengan hitungan angka. Mendengar teori nebula, perhitungan dengan rumus hubble dan beberapa hukum keppler. Pun sekelebat hukum relativitas einstein yang turut menginspirasi stephen hawking dalam pengembangan teori jagad raya yang mengembang. Aku kira kapasitas otak manusia lebih tak terhingga daripada luas tata surya. Beberapa hari ini aku kembali mengheningkan ingatanku dan mengkorelasikannya dalam struktur yang lebih mikro dan rumit, yaitu pola pikir manusia. Ketika luas tata surya lebih kecil sama dengan kapasitas perasaan manusia dan luas jagad raya sama tak terhin...