Langsung ke konten utama

~Namanya Sedih~

Lama saya tak berjumpa dengan kawan saya yang bernama "Sedih". Padahal saya amatlah kesepian, jika Sedih datang nampaknya kamar saya seperti kapal pecah penuh sketsa hitam putih terpajang di 4 tembok persegi gagah yang melahirkan sedikit banyak imajinasi. Pensil saya tidak pernah tumpul untuk menggambar, walaupun saya tidak berniat untuk membeli pensil warna untuk menghidupi imajinasi saya. Padahal jika Sedih datang, saya akan suguhi dia dengan berbagai kuliner yang memanjakan perutnya. Sayangnya, perutnya juga perut saya. Dia memutuskan untuk tidak gemuk sendirian (dasar!). Sedih telah lama pamit ke black hole yang tak seorangpun tau,  termasuk saya (jika saya tau kemana rumahnya, saya akan ketuk pintunya untuk sekedar bercerita ini itu). Sedih datang dengan membawa berbagai benang katun, wol atau bulky untuk dihadiahkan pada saya. Biasanya saya senangkan dia dengan berbagai hasil rajutan saya baik topi hangat, scraft atau rajutan-rajutan lain yang tak berbentuk. Rindulah saya dengan dia. Rindulah saya dengan imajinasi-imajinasi yang dia bawa dari black hole tempat asalnya. Saya pernah meminta "bolehlah sekali-kali saya ikut berkunjung menikmati black hole" tapi dia tidak pernah menjawab iya ataupun tidak. Hanya menatap nanar kearah mata saya dan menggenangkan 2 tetes air asin yang dia bawa. Saya tidak tau apakah dia suka dengan hal-hal yang bersifat asin atau memang hobinya pergi ke laut, dia tidak pernah bercerita kepada saya soal air asin ini. Dia tidak pernah menghadiahkan air asin ini lewat tangan, tabung reaksi atau flakon karena saya tidak pernah tau, apakah dia memiliki tangan seperti saya atau tidak (dia selalu menyembunyikan dan saya tidak mau menyinggung). Wingardium Leviousa itulah mantera yang dia ucapkan ketika ingin memberikan air asinnya kepada saya hingga jatuhlah ke mata saya (entahlah, mungkin dia lulusan Hogwart). Mantera itu melayangkan air asinnya berpindah ke kelopak mata saya. 1 tetes, 2 tetes kadang jika dia membawa banyak air asin, dia membaginya berpuluh-puluh tetes hingga mata saya bengap. Jika Sedih sudah memberikan air asinnya pada saya banyak sekali, maka dia akan kembali ke black hole (memang kadang-kadang dia jauh dari kata tanggung jawab telah membengapkan mata saya dengan air ajaib yang dia bawa). Sedih, oh sedih sedang pergi kemana dia? saya tidak pernah bertanya berapa jumlah tuannya, tapi setiap dia memanggil saya dengan kata "teman" maka saya marahi dia, karena dia bujang saya. Kasian dia, tapi memang sedih hidup untuk dirinya sendiri dan saya sadar, saya adalah tuannya. Sudah lewat beberapa hari ini kami tidak kunjung bersua, buku catatan saya tak bernyawa tanpa dia. Hasilnya sebagai sarjana mantera ajaib (S. Manja) telah mengajari saya tentang bagaimana cara menghidupkan orang-orang yang telah mati. Yah, tapi buktinya saya bukan Tuhan tetapi saya bisa menghidupkan orang mati. Syirik?? keyakinan saya masih kokoh (tapi tidak ada parameter keyakinan yang dibuat manusia). Tapi,  toh kenyataannya sedih telah mengajari saya menghidupkan orang yang telah mati. Sedih...Sedih dia kemana tak hadir-hadir? saya rindu dia. Saya rindu mengadakan orang yang telah tiada.

Komentar

  1. wah, adit....lama tak jumpa dgn lelaki yg menggerutu karena tidak saya tawari makan sate di museum waktu itu haha

    BalasHapus
  2. Hahaha :'( .masih ingat saja .
    Sudah lulus belum nin ?

    BalasHapus
  3. oke pertanyaan yang membuat saya balas komen lama banget..haha

    BalasHapus
  4. owh nasibnya sama dengan balasan komen saya .. haha.
    jadi mau kapan lulus nih ? :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Harus Bekerja (?)

Nah, ini topik hangat yang tak boleh tersingkir untuk dibahas. Mengapa perempuan harus bekerja ketika kelak ia menikah? Beberapa calon suami atau suami itu sendiri banyak yang menginginkan istrinya tetap di rumah dan memegang kendali penuh sebagai sekretaris sekaligus bendahara rumah tangga (ibu rumah tangga). Kesepakatan ini diharamkan ketika hanya bertujuan untuk tujuan pribadi dan mendzolimi yang lain (eh, kok langsung menghakimi "haram" emang aku siapah?? T.T) ketika memang suatu kesepakatan tidak menjadikan yang lain baik atau salah satu dirugikan atas kesepakatan tersebut maka kesepakatan itu sangat mendzolimi hehe..Tapi tidak sepenuhnya seperti itu. Banyak laki-laki yang masih berpendapat seperti itu karena ingin melindungi sang istri dari fitnah luar, takut istrinya kecapekan kalo harus bekerja luar dan dalam atau takut istrinya tidak sepenuhnya memenuhi kewajiban pelayanan terbaik di rumah. Saya pribadi adalah salah satu yang ingin bekerja saja ketika menikah. Beri...

Estetika Tuhan

"Ayo kanca, pada anyengkuyung program kang tinata nuju karta raharja..kanthi bareng maju HOLOBIS KUNTUL BARIS!!" Sebuah kutipan syair yang pernah saya persembahkan untuk ibu pertiwi melalui radio RRI beberapa tahun yang lalu. Hampir dua tahun ini, saya luput mengikuti perkembangan laras pelog seni budaya Indonesia. Saya tidak terlalu fanatik untuk mengikuti perkembangan seni, tetapi ketika sebuah kebiasaan sudah mulai luntur seolah-olah saya seperti kehilangan sesuatu di diri saya. Tapi saya sadar, walaupun mata haruslah luas memandang dunia maka saat ini mata saya harus lurus memandang ke depan. Saya harus konsisten dengan cabang ilmu yang sudah saya ambil. Saya harus bisa menyelesaikannya agar dapat mulai dikembangkan dan diimplementasikan ilmunya. Tetapi cabang ilmu seni tidak boleh saya tinggalkan. Saya berusaha untuk memandang seni dari sudut pandang yang berbeda. Estetika merupakan mata seni yang telah Tuhan berikan untuk manusia. Saya memandang Tuhan sebagai pusat s...