Langsung ke konten utama

Estetika Tuhan

"Ayo kanca, pada anyengkuyung program kang tinata nuju karta raharja..kanthi bareng maju HOLOBIS KUNTUL BARIS!!"
Sebuah kutipan syair yang pernah saya persembahkan untuk ibu pertiwi melalui radio RRI beberapa tahun yang lalu. Hampir dua tahun ini, saya luput mengikuti perkembangan laras pelog seni budaya Indonesia. Saya tidak terlalu fanatik untuk mengikuti perkembangan seni, tetapi ketika sebuah kebiasaan sudah mulai luntur seolah-olah saya seperti kehilangan sesuatu di diri saya. Tapi saya sadar, walaupun mata haruslah luas memandang dunia maka saat ini mata saya harus lurus memandang ke depan. Saya harus konsisten dengan cabang ilmu yang sudah saya ambil. Saya harus bisa menyelesaikannya agar dapat mulai dikembangkan dan diimplementasikan ilmunya. Tetapi cabang ilmu seni tidak boleh saya tinggalkan. Saya berusaha untuk memandang seni dari sudut pandang yang berbeda. Estetika merupakan mata seni yang telah Tuhan berikan untuk manusia. Saya memandang Tuhan sebagai pusat seni. Bagaimanapun Dia telah menciptakan semua yang ada di bumi ini dengan "SANGAT KOMPLEKS" dan "BENAR-BENAR BERBEDA". Dalam hukum kimia, Dalton telah menemukan pertama kali tentang atom yang merupakan struktur yang tidak bisa dibagi lagi dalam bentuk yang lebih kecil. Secara singkat, atom bergabung membentuk molekul, molekul saling bergabung membentuk sel. Sel merupakan struktur yang membentuk jaringan hingga jaringan yang tergabung akan membentuk organ. Organ-organ tersebut akan berfungsi dan terhubung satu sama lain secara fungsional dengan adanya sistem yang disebut dengan sistem organ. Dan lahirlah seorang individu, sebatang tumbuhan, seekor hewan. Sebuah atom tidak "ada" secara spontan. Sebuah energi atau "Zat" yang menggerakkan dan membuat itu ada. Bagaimanapun sebuah api yang menyala tidak bisa seolah-olah ia menyala dengan sendiri atau padam dengan sendirinya. Dan untuk sementara waktu ini saya telah mematahkan para ateis yang menganggap Tuhan itu tidak ada. Tapi dengan berkembangnya ilmu, mungkin para ateis telah insyaf dan beralih paham kepada aliran agnostik. Secara spesifik, Tuhan telah memberikan pikiran dan hati untuk manusia. Maha karya seni rupa Tuhan berupa penciptaan manusia, secara tidak langsung menjadi inspirator utama bagi suku-suku nenek moyang yang hidup pada tahun sebelum masehi. Hal ini sangat erat berkaitan dengan masa perkembangan ilmu pengetahuan. Adanya agama nenek moyang dimana para nenek moyang berusaha untuk membuat tuhan dari apa yang terlihat oleh indra. Mereka berusaha menjadi pengukir batu, kayu menjadi sebuah karya yang berestetika tinggi, yang mungkin pada saat itu sumber dari estetika mereka adalah alam. Mereka berusaha untuk menampilkan Tuhan dari apa yang mereka lihat dan dapat dirasakan oleh indra. Saya tidak tahu, apakah yang saya paparkan ini akan sependapat dengan orang-orang yang telah mengenal dan mencintai seni secara mendalam. Saya hanya berpikir sederhana bahwa semua hal yang tidak indah, bukan berarti mereka tidak berseni. Bahkan cara bernapas, berbicara dan atau berpikir itu adalah seni. Sikap antagonis seorang individu yang cenderung terus disalahkan, itu adalah seni. Seni adalah bebas berpikir dan bertindak. Ketika sebuah cara berpikir atau bentindak muncul menjadi sebuah karakter banyak individu, maka muncullah nilai sebagai interpretasi sebuah seni. Nilai berkaitan dengan suatu hasil dari tindakan sehingga muncul interpretasi baik dari individu lain maupun individu itu sendiri. Interpretasi terhadap individu itu sendiri disebut dengan introspeksi. Ketika interpretasi banyak individu tergabung menjadi satu maka timbullah norma sebagai aturan dan ketentuan yang dipakai sebagai tatanan berseni kehidupan dalam suatu banyak individu yang dapat disebut dengan kelompok. Ilmu sosial mungkin timbul karena terlalu banyak interpretasi hubungan individu satu dengan yang lainnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perempuan Harus Bekerja (?)

Nah, ini topik hangat yang tak boleh tersingkir untuk dibahas. Mengapa perempuan harus bekerja ketika kelak ia menikah? Beberapa calon suami atau suami itu sendiri banyak yang menginginkan istrinya tetap di rumah dan memegang kendali penuh sebagai sekretaris sekaligus bendahara rumah tangga (ibu rumah tangga). Kesepakatan ini diharamkan ketika hanya bertujuan untuk tujuan pribadi dan mendzolimi yang lain (eh, kok langsung menghakimi "haram" emang aku siapah?? T.T) ketika memang suatu kesepakatan tidak menjadikan yang lain baik atau salah satu dirugikan atas kesepakatan tersebut maka kesepakatan itu sangat mendzolimi hehe..Tapi tidak sepenuhnya seperti itu. Banyak laki-laki yang masih berpendapat seperti itu karena ingin melindungi sang istri dari fitnah luar, takut istrinya kecapekan kalo harus bekerja luar dan dalam atau takut istrinya tidak sepenuhnya memenuhi kewajiban pelayanan terbaik di rumah. Saya pribadi adalah salah satu yang ingin bekerja saja ketika menikah. Beri...